Jum'at 14, KM-NTB perhitungan suara hasil pemilihan Ketua KM sudah dilakukan dengan hasil pemilihan belom di tentukan. Hasil perhitungan informal memperlihatkan saudara Hizbi silih berganti posisinya dengan saudara Siswadi dengan perbedaan angka tipis.
Dari ke empat kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua KM hanya dua suara yang sangat bersaing keras untuk mempertahankan suaranya meski secara umum dikatakan pemilihan umum (pemilu) berlangsung dengan aman dan juga sempat diwarnai dengan kekerasan dan debat yang menyebabkan suasana pemilihan menjadi seru dengan Visi dan Misinya.
Demikian dilaporkan dari wartawam Al-Qolam KM-NTB semalam. semua kegiatan pemilu di istirahatkan pada pukul 19.30 WK disebabkan Azan magrib sudah tiba dan juga acara pemilu akan dilanjutkan setelah isoma.
Sejauh ini,hasil sementara pemilu informal itu sesuai dengan yang di perkirakan sebelumnya, yakni kubu NW dan Bu'uts permai bersaing secara ketat. NW didukung kelas atas dan bu'ust permai di dukung wong cilik:D.
Perkiraan memperlihatkan Kubu NW akan mengungguli para pesaingnya.
Pada Pukul 23.30 pencoblosan dimulai dan presedium sidang membacakan tata tertib pencoblosan, masing-masing kandidat bisa memilih dan anggota KM bisa memilih dua kandidat diantaranya,serta panitia pemilihan menyediakan kertas yang udah di stempel.
Setelah pencoblosan suasana menjadi tegang diwarnai gado-gado.kertas suara siap dibacakan oleh panitia pemilu
masing-masing kertas suara dibacakan satu persatu dengan skor
1. Hizbi 50 suara
2. Siswadi 45 suara
3. Ghazali 25 suara
4. Hidayat 15 suara
Pada pukul 02.00 wk,kubu NW unggul dengan 50 suara sedangkan bu'uts permai dengan 45 suara.
Akhirnya Saudara Hizbi sah menjadi Ketua KM-NTB yang baru dan harapan kami semua,Smoga dengan terpilihnya saudara Hizbi bisa membawa KM-NTB lebih baik.Amin...
Lagi-lagi aku bingung dengan jadwal imtihan syafawi, kenapa coba..?gimana nggak bingung jamnya nggak ditentukan dan itupun masih ada ihtilaf...kayak fuqoha aja yang berihtilaf...heheheiya...ada yang bilang pagi dan pagi itu di mulai dari jam 9 dan juga ada yang bilang habis solat zuhur...duh capek deh mikirnya dan bolak-balik nanya sini, nanya sana tapi al-hasil katanya habis solat zuhur....Alhamdulillah waktu buat muroja'a Al-qur'an masih banyak.
Hari senin aku udah siap buat imtihan syafawi tapi paginya aku harus belanja dulu buat bahan-bahan dapur kebetulan hari senin ada pasar senin dan serba murah, tiba-tiba hpku berdering....
"lagi dimana yan?"sahut tmnku
"nih lagi belanja di pasar".sahutku
"O ya ujian Syafawinya kapan?"sahutnya lagi."
nah itu dia masalahnya bro, kemaren ane tanya, ada yg bilang pagi dan ada yg bilang siang habis solat zuhur".sahutku
"Trus gimn dunk?".tanyanya lagi"
ya biar lebih afdol mending brangkat pagi aja jam 9 dan sapa tau ujiannya jam segitu?" sahutku
"ooo. ya udah ntar ana berangkat jam 10 deh" sahutnya lagi.
e...ternyata bukan aku sendiri saja yang bingung, temanku juga masih bingung melebihi apa yang aku bayangkan.
Habis dari pasar aku langsung mandi dan mempersiapkan diri buat imtihan sementara jam udah pukul 8.30 masih banyak waktu buat ngulang hapalan tapi hari ini jadwal aku masak...duh capek deh...Akhirnya semua udah kelar tinggal sarapan aja dan itu udah jam 10,tiba-tiba hpku berbunyi
"yan ente ngi dimana?"tanya tmnku"
ana lagi di rumah, mang ente dimn skr?'tanyaku
"ana lagi dikul. yan buruan soalnya ujian udah di mulai"sahutnya lagi
"wah hancur deh ane, ya udah ana langsung berangkat nih dan thanks ya" sahutku lagi.
Mau sarapan tak mood lagi dan itu hanya aku smpatkan segumpal nasi n minum buat pelepas lapar.
Temen-temn pada ngupul di depan lajnah sendiri sambil menunggu giliran masuk dan tiap kali masuk 3 orang untuk di uji hapalan al-qur'an dan tauhid dan setelah itu giliran ane...wah salah lagi deh syekhnya ga mau nerima...kenapa coba???ya soalnya ane bukan lajnah sini dan katanya ente lajnah 10...duh capek deh.
bingung lagi deh ane, nyari lajnah 10 dan setelah ketemu semuanya pada sepi dan juga syekhnya nggak ada...aduh ....mampus deh gue bakal ga bisa ujian syafawi nih...pls dehya... karena ada usaha trus mencari syekhnya dan bertanya ke su'un tholabnya dan itu naik turun dari tingkat yang satu ketingkat yang lain,.bener-bener penat rasanya dan itu hampir mau taias (putus asa).
Akhirnya ane berjumpa ma syekhnya langsung dan alhamdulillah ane ujianya di ruang khusus syekh bagian Tsaqofa islamiya dan usul dakwah. hati senang nan bahagia bisa ikut ujian syafawi dan rasa capek berubah menjadi senang dan ternyata ane di suruh berakit-rakit ke hulu dulu tapi yang lanjutannya ntar aja deh di tulis...hehehe:)

