Aku dan bang Muin hampir tersesat dan nggak tau jalan kemana arahnya menuju bani Amir, soalnya di Bani Amir ada acara Akbar Qori-Qori mesir dan acaranya akan di mulai habis solat azhar, smentara jam udah menujukan bahwa 5 menit lagi Azan akan berkumandang. Terdiam, bengong dan binggung sambil meneguk segelas Asyir (tebu yang udah peras) Bingung-Bingung dan bingung dan teka-teki bingung itu adalah bertanya itu adalah kunci menghilangkan rasa bingung.
Bertanya adalah salah satu hobiku meskipun bahasa amiyahku blom seberapa yang penting ngak tersesat
"Izzayak ya Amil Hajj"Sahutku
"Alhamdulillah kwais"kata org mesir
"Bani Amir fi aen?"Sahutku lagi
"Huzz ila Dam wal ila min swaiya"sahutnya lagi.
"sukron ya amil hajj"sahutku lagi
Akhirnya kami sampe juga dan penduduk bani amir ta'jub dengan kedatangan kami,(maklumlah orang asing yang baru pertama kali menginjak kakiknya di bani amir).Habis solat azhar acara qori blom di mulai dan aku tanya lagi ke orang mesir,...eee trnyatanya habis solat magrib soalnya sekarang ada acara tarekat As-sufiah.
Aku laksana raja yang selalu di hormati dan
Aku laksana artis yang selalu di puja-puji.
Penduduk bani Amir sangat baek dan ramah dengan Ajnabi (org Asing). kami di persilakan langsung untuk makan ala mesir, makanannya enak banget sampe2 gimana ya?...gak bisa dibayangkan deh...sementara orang Bani amir trus mewancarai saya laksana wartawan mewancarai Artis, heehhehe.
Disinilah aku tau bahwasannya di bani amir ada penganut tarekat as-sufiah dimana dengan khas kesufiannya, berdzikirnya dan juga mengagungkan asma-asmaNya. dan juga tarekat as-sufiah hampir sama cara berdzikirnya dengan Tarekat Ad-Dusuqiah cuma cara pelaksanaanya aja beda dan masing-masing tarekat memiliki ciri khas tersendiri.wah ngak kebayangkan deh di mesir banyak Tarekat...
Akhirnya acara yang kami tunggu-tunggu tiba juga dan semua qori satu persatu datang. sambil menyimak setiap lagu-lagu dan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan setiap Qori ternyata memiliki ciri khas tersendiri tapi sayangnya acara ngak sampe selesai soalnya keburu pulang dan takut nggak ada bis untuk pulang...mang mau pulang pake apa ntar.:Dyang penting udah bisa kenalan langsung ma Qori, wah luar biasa...sapa tau aja bisa mngikuti jejaknya...:)
Assalamu'alikum kamar tersayangku. Kembali aku pulang dari kuliah seperti biasa, capek sekali, seharian ini jam kuliahnya full, mulai dari jam 9.00 sampe jam 4 sore dan itupun ikut muhaddorohnya berdiri, rasanya kaki pingin patah tapi sekali-kali aku duduk mskipun tempat duduknya hanya di tangga dan itu sebagai pelepas rasa capek.
"YA Allah, capeknya aku hari ini." Kasur empuk itu mengoda sekali, tapi aku harus mandi dan sholat Azhar. Pingin rasanya melepas lelah di kasur yang selalu memberi kenyamanan kepadaku, kapanpun aku mau.
"Ada 1 Liter Of My Tear dan Ayat-Ayat cinta, di komputerku yang kemarin aku copy dari temanku yang katanya Film yang banyak di tonton dan menjadi bahan pembicaraan di Indonesia maupun Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir)
"Masya Allah rasa penasaran pingin tau tapi sebelumnya aku udah membaca novelnya, tapi mungkin filmnya lebih seru kesimbang novelnya, niat untuk menonton ku urungkan ntar malam untuk menonton karena rasa capek yang selalu membisikan telingan dan kasurku yang selalu mengoda. Dalam khyalan tuk beranjak tidur sepintas ku berangan-angan betapa beruntungnya seorang cewek mendapatkan sesosok Fahri dan seandainya itu Aku....Apa yang akan aku perbuat,...ah Ku buang lamunan itu.
"Bismillahirahmanirrahim. Bismika Allahumma ahya waa bismika 'amut... Ya Allah, aku titipkan jiwa ragaku pada saat aku tidur, berikanlah aku mimpi baik, jauhkanlah dari mimpi buruk.
Alarm di hpku berbunyi, Astagafirullah sudah jam setengah 7, Aku mau mandi ah..."
Aku pergi mandi dan solat magrib jam 7 kurang 5 menit. Nggak terasa waktu berjalan Adzan isya berkumandang, "Ya Allah pinginnya hati ini berdzikir dan membaca Ayat-ayat suciMu, tapi males sekali meskipun peci hajiku ini sangat enak sekali rasanya diatas kepala seperti Engkau memeluk Aku, tapi godaan setan kamarku ini kuat sekali, coba deh... jangan ganggu aku dulu setan...Sudahlah aku ambil Muqqoror sambil nonton 1 liter of my tear dan sekalian habis tu nonton ayat-ayat cinta di komputerku...sudahlah sholat isyanya ntar aja soalnya waktunya masih panjang.
1 Liter Of My Tear sebuah film yang mengisahkan seorang cewek jepun dimana keseharianya dia menderita oleh kebiadaban penyakitnya yang dia alami dan juga dengan kemampuannya,dia tetap berusaha menghadapi pnyakit-penyakitnya. Dikit demi dikit di hayati film ini air mata meneteskan ke bumi laksana air Kautsar yang tiada habisnya diminum. berharap malam ini aku bisa selesaikan.
AAC trus melintas di kepalaku sementara 1 liter of my tear masih trus terbayang dan rasa kantuk yang membisik serta setan yang mengoda untuk melupakan waktu solat isya.
Enaknya berbaring di kasur rasanya badanku remuk semua sambil menonton waktu terus berlari dan aku nggak tau lagi kapan hari terakhir aku mengingatNya, sementara jam 10 malam udah. Aku blom solat isya, nggak apa-apalah nanti aja shalatnya. komputer aku matikan dan berbaring di kasur sambil membaca doa tidur dan juga aku selalu pasang alarm di hpku biar membangunkan aku jam 1 nanti karena aku masih punya 1 kewajiban lagi sholat isya sekaligus Tahajjud....
Aduh alarmku bunyi pasti sudah jam 1, tapi masih jauh dari pagi, lima menit lagi deh aku tidur mungkin akan hilangkan kantukku. Ya Allah, jauhkanlah setan tidur ini dari tempat tidur ini dan mata ini. Aku ini yang setan atau memang ada setan di kamar ini. Kenapa berat sekali sekarang aku bangun malem.
Jam 2.30 sudah. Aku bangun dan bergegas ke kamar mandi ambil air wudhu', aku belum shalat Isya'nih.
Idih... malesnya dzikir apalagi shalat tahajjud. Komputer itu kayaknya minta ditonton. Ya sudahlah, aku ada makanan nggak ya di kulkas? Besok aku mau puasa deh, mencoba dari awal menahan hawa nafsu lagi.
Aku yakin ini adalah cobaan dari Allah. Sebulan ini nggak ada yang aku lakukan kecuali Kuliah, pulang ke Sahkoh, nonton film di komputer, menunda shalat tepat waktu, meninggalkan Tahajjud dan Dhuha. Kemana rutin ibadahku aku juga nggak tau. Tiba-tiba sekarang baru sadar rutinitasku telah berubah, cobaan yang ini begitu berat, sulit sekali mengembalikan ibadah rutinku. Dalam do'a aku selalu memohon untuk ditetapkan iman, ihsan, dan Islam. Tapi sekarang aku berada diantara kesesatan.
"Kenapa ya Allah? Apa yang tersembunyi dibawah alam sadarku. Hamba sadar semua ibadah menjadi sia-sia kalau hamba seperti ini terus. Tapi setan di kamar ini begitu kuatnya. Tolong ya Allah, tolong hamba ini. Tipis sekali ibadahku dalam satu bulan ini. Kembalikanlah kembali kepadaku. Kembalikan shalatku, puasaku, amalku, kembalikan padaku. Golongkanlah aku ke dalam golongan orang-orang shaleh dan shalehah yang Engkau ridho'i."
Adzan Shubuh membuyarkan semuanya. Aku harus mandi, shalat dan pergi ke kuliah. Aktifitas pagi yang satu ini alhamdulillah belum berubah.
Do'aku tentang kemalasan dan kesesatan di alam setan akan terhapus hari ini. Mundurnya ibadahku, tipisnya ibadahku akan berakhir hari ini. Aku akan memulai pagi ini dengan shalat shubuh tepat waktu, kembali ber-Dhuha dan bekerja untuk beribadah. Dan akan menjalankan rutinitasku sebagai muslim dengan istiqomah. Semoga setan keluar dari kamar ini, sahkoh ini, dan paling penting dari dalam diri dan hati ini.

